Minggu, 25 Agustus 2019

Bank Sampah Ditarget Habiskan Uang Rp2,5 Miliar untuk Beli Sampah

3 minggu yang lalu | 1:28 am
Bank Sampah Ditarget Habiskan Uang Rp2,5 Miliar untuk Beli Sampah

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (23/7/2019) – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar khusus untuk pembelian sampah di seluruh Bank Sampah Unit (BSU) yang tersebar di Kota Makassar.

“Tahun ini kita diberikan anggaran Rp2,5 miliar khusus untuk pembelian sampah, dan mudah-mudahan ini bisa habis sampai akhir tahun,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Andi Iskandar.

Iskandar menyebutkan, dari pengalaman tahun sebelumnya, anggaran pembelian sampah di Bank Sampah Pusat (BSP) belum terserap secara maksimal.

Pasalnya, dari Rp3,2 miliar anggaran yang disiapkan tahun lalu, realisasi pembelian sampah di seluruh BSU hanya mencapai Rp2,1 miliar.

“Kalau sekarang ini rata-rata pembelian sampah itu Rp5 juta sampai Rp6 juta per hari, dengan jumlah sampah yang masuk 3 sampai 5 ton per hari,” ujarnya.

Diketahui, hingga Mei 2019 realisasi pembelian sampah di Bank Sampah Pusat sudah mencapai Rp752,2 juta. Sebagian besar, produk sampah organik yang masuk adalah jenis sampah kertas, beratnya mencapai 262,19 kg dengan nilai Rp338,58 juta.

Selanjutnya, jenis sampah plastik beratnya mencapai 96,86kg dengan nilai pembelian Rp374,89 juta. Sedangkan, jenis sampah logam beratnya hanya 12,67 kg atau Rp29,88 juta, dan jenis sampah kaca 12,79 kg dengan nilai Rp8,7 juta.

Dikatakan Iskandar, salah satu yang menjadi kendala nasabah bank sampah di lapangan saat ini yaitu kurangnya sinergitas antara Direktur BSU dengan pemerintah setempat seperti ketua RT/RW, seksi kebersihan di kelurahan, maupun lurah itu sendiri belum berjalan dengan baik.

Seharusnya, kata Iskandar, pihak kelurahan selain memonitor kebersihan, sebaiknya juga menyempatkan waktu untuk sesekali berkunjung ke BSU yang ada di wilayahnya. Jika perlu, pihaknya ikut berperan aktif dalam memotivasi masyarakat untuk ikut serta menjadi nasabah bank sampah.

Sehingga diharapkan sampah yang terbuang ke TPA merupakan sampah yang sudah tidak bisa lagi di reduksi. Sebab, sampah yang tadinya dijemput langsung oleh mobil dan dibuang langsung ke TPA, itu bisa dipilah dan terlebih dulu masuk di BSU.

“Keluhannya yah itu mereka jalan tapi tidak ada respon dari pemerintah setempat. Jadi, walaupun mereka menginginkan penambahan nasabah tapi kalau tidak ada bantuan dari seksi kebersihan maupun RT/RW mereka juga kewalahan,” tutupnya.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com