Selasa, 18 Juni 2019

Atasi Parkir Liar, Pemkot Makassar Bakal Sewa Lahan Kosong

2 minggu yang lalu | 3:20 am
Atasi Parkir Liar, Pemkot Makassar Bakal Sewa Lahan Kosong

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (17/5/2019) – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, berencana menyewa lahan kosong untuk dijadikan tempat parkir kendaraan masyarakat.

“Saya sudah suruh nyari tempat tanah-tanah kosong yang bisa dijadikan tempat parkir untuk kita sewa. Pemkot akan sewa supaya parkir-parkir itu diarahkan ke situ di lokasi yang terdekat,” kata pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Dia mengaku, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan penegakan jika belum memberikan solusi. “Tidak bisa kita langsung penegakan saja, tapi tidak berikan solusi. Jadi kita akan berikan solusi. Ini sebagi bentuk solusi alternatifnya sebenarnya,” sambungnya.

Lanjut Iqbal, pihaknya sudah memerintahkan dinas terkait, dalam hal ini PD Parkir dan Dinas Perhubungan untuk mencari lahan kosong demi tujuan itu.

Lokasi yang dinilai dekat dengan pusat keramaian. “Saya sudah bicara dengan instansi terkait, baik dari PD Parkir dan Dinas Perhubungan supaya mencarikan solusi. Jadi sebelum kita kembali tegakkan parkir-parkir liar, kita cari solusinya dulu,” papar dia.

Mantan Kepala Balitbangda Sulsel ini menyebut, urusan parkir memang menjadi momok di Kota Makassar. Dia mengatakan, permasalahan ini menjadi atensinya untuk diatasi selama menjabat sebagai pemimpin di Kota Makassar.

Menurut Iqbal, selama ini kawasan publik (public space) di Makassar dikuasai oleh golongan tertentu untuk kepentingan pribadi. Dia tak memungkiri, kawasan publik seperti trotoar atau pedestrian, seringkali dimanfaatkan orang tertentu untuk dijadikan lokasi parkir liar.

Selain itu, pedestrian sering dijadikan lokasi bagi pedagang kaki lima (PKL) secara serampangan. “Trotoar, pedestrian itu adalah public space. Di mana milik semua orang. Manakala ada pedagang kaki lima di situ, itu berarti dia mengokupasi public space. Ia mengambil hak-haknya masyarakat,” urai Iqbal.

Dia mengatakan, demikian juga untuk parkir liar, pemerintah sudah bermiliar-miliar uang untuk membangun trotoar. “Itu bukan dibangun untuk tempat parkir hotel, bukan tempat parkir rumah makan. Itu tempat jalannya masyarakat Kota Makassar,” sambung dia.

Dikatakan, mengatasi hal tersebut diperlukan pengawasan yang ketat saja. Tim khusus penanganan untuk itu tidak perlu dibentuk, apalagi dengan membuat regulasi khusus. “Regulasinya sudah lengkap. Hanya pengawasannya saja itu yang akan kita perketat,” pungkas Iqbal.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Muhammad Iqbal Asnan, mengaku siap menjalankan instruksi Pj Wali Kota Makassar.

Untuk menindaklanjuti hal ini, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pimpinan. “Kami Dishub siap mendukung penuh program Wali Kota Makassar. Kami akan menghadap dulu ke pak wali untuk meminta arahan beliau,” singkat Iqbal.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com