Rabu, 18 Juli 2018

Assuro Maca, Tradisi Warga Makassar di Bulan Ramadhan

6 hari yang lalu | 10:13 am
Assuro Maca, Tradisi Warga Makassar di Bulan Ramadhan

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (1/6/2018) – Assuro Maca (Berdoa) menyambut Bulan Suci Ramadan merupakan tradisi masyarakat Makassar yang dilakukan sejak lama.

Tradisi ini biasanya sering dilakukan seminggu sebelum memasuki puasa dengan menyajikan berbagai makanan. Masyarakat yang percaya dengan tradisi ini biasanya menyajikan unti tekne (Pisang Raja), disertai dupa-dupa, selain makanan pokok seperti nasi, ikan, ayam dan acar.

Pisang yang disajikan depan Guru (Ustadz) merupakan simbol manis, dengan harapan pemilik rumah mendapatkan manisnya kehidupan bertetangga, dan keluarga.

Sementara dupa-dupa sendiri adalah pengharum yang dipercaya agar pemilik rumah namanya selalu harum ditengah masyarakat. Seperti yang dilakukan sejumlah warga di Jl Andi Tonro Makassar, Minggu (21/5/2017).

Ustdaz Haris, selaku pendoa dalam tradisi Assuro Maca mengatakan, tradisi ini sebenarnya hanyalah simbol rasa syukur. Sementara esensi dari tradisi adalah inti doa kepada maha kuasa sebagai permintaan rezeki, tolak bala dan silaturahmi.

“Sebenarnya tradisi begini adalah simbol ji. Yang intinya itu kita berdoa dan bersyukur atas rezeki yang diperoleh. Dan untuk berdoa menolak bala dan mendoakan para leluhur serta menjalin silaturahmi dengan masyarskat sekitar,” jelas Ustadz Haris.

Sementara itu Daeng Bagas selaku pemilik hajatan mengaku, keluarganya memang sejak dulu melakukan ritual Assuro Maca, karena merupakan tradisi turun temurun. Biasanya, kata dia, hajatan ini mengundang seluruh warga atau tetangga untuk datang mencicipi sajian tersebut.

“Alhamdulillah, ini adalah tradisi kami turun temurun dan selalu mengajak warga untuk makan ramai-ramai,” kunci Daeng Bagas.


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com