Selasa, 23 Oktober 2018

Anjungan Makassar-Bugis, Persembahan dari Makassar

3 tahun yang lalu | 12:44 pm
Anjungan Makassar-Bugis, Persembahan dari Makassar

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (6/6/2015) – Anjungan Makassar Bugis hadir tidak hanya sebagai lokasi berwisata dalam kota atau sekedar untuk menikmati sajian alam saja, tetapi anjungan ini ter-nyata memberikan edukasi buat para pengunjungnya. Hadir dengan tampilan berbeda dengan sejumlah objek wisata di daerah lain.

Berkunjung ke tempat ini akan punya cerita tersendiri dari yang sebelumnya. Kalau sebelumnya anda hanya bisa bercerita tentang keelokan Pantai Losari, nikmatnya sajian kuliner Makassar, beraneka ragamnya ole-ole khas Makassar dan sebagainya. Namun dengan hadirnya anjungan yang baru ini, yakin saja, anda akan mempunyai segudang cerita dan pengalaman ketika berkunjung di sini.

Akses ke tempat ini juga sangat gampang. Bisa diakses segala jenis transportasi, baik mobil pribadi, taxi, motor, bentor, becak, dan jenis kendaraan lainnya. Masuk ke dalam area wisata terbaru tersebut pun gratis. Anda hanya membayar biaya parkir jika anda membawa kendaraan.

Nikmati Fajar Menyingsing Ketika Pagi dan Keelokan Sunset Ketika Sore. Jika fajar mulai menyingsing, bagi anda yang ingin menyaksikan mentari mulai beranjak di ufuk timur sangat cocok berkunjung di sini jika waktu pagi. Di sana juga bisa anda langsung mencicipi sajian kuliner, seperti pisang epe, bubur dan berbagai jenis kuliner lainnya. Dan jika sore tiba, langit-langit mulai menguning dengan polesan awan-awan yang masih memutih plus para nelayan tatkala lalu lalang membawa perahu mereka. Jika waktu ini tiba, sunset pantai Losari mampu membuat hati para pengunjungnya merasakan kenyamanan tersendiri.

Patung Pahlawan dan Tokoh Ternama serta Miniatur Khas Sulsel
Tidak hanya sajian panorama alam saja yang dapat anda nikmati di sini, tetapi wisata sejarah dan budaya juga dapat anda nikmati. Di lokasi ini sebanyak 20 patung pahlawan dan tokoh ternama Sulawesi Selatan (Sulsel) terpasang di Anjungan Pantai Losari. Patung berukuran setengah badan tersebut disebar di sepanjang area anjungan yang dilaunching pada malam tahun baru 2013 lalu.

Di sini terbagi tiga anjungan, masing-masing Anjungan Metro, Anjungan Bugis-Makassar, dan Anjungan Toraja-Mandar. Pada ketiga anjungan ini masing-masing terkapling dengan ciri khas masing-masing penamaan anjungan. Yakni Anjungan Bugis-Makassar sudah terpasang patung Becak, Pa’raga, dan Penari Pepe-pepe ka ri makka, Anjungan Toraja-Mandar dibangun patung Tedong Bonga.

Selain replika-replika, patung pahlawan nasional asal Sulsel dapat anda nikmati yakni Patung Sultan Hasanuddin, tampak begitu gagah bertengger di Anjungan Losari. Selain itu juga ada patung Andi Abdullah Bau Massepe, seorang asisten residen (Ken Kanrikan) bentukan Jepang ketika itu, pahlawan nasional yang menyerukan agar semua rakyat untuk bersatu mempertahankan kemerdekaan sampai tetes darah penghabisan.

Ada juga sosok ulama besar penyebar Islam, yaitu Syekh Yusuf. Tak hanya itu, patung setengah badan tokoh-tokoh Sulawesi Selatan yang lain juga tersebar memenuhi anjungan ini seperti Arung Palakka, Andi Sultan Daeng Raja, Andi Lasinrang, L.S. Madukelleng, Ranggong Daeng Romo, Jenderal M. Yusuf, Andi Pangeran Pettarani, Karaeng Patingaloang, Mayor Jenderal A. Mattalata, Pongtiku, dan Andi Djemma.

Pengadaan patung-patung dan replika-replika ini agar masyarakat mengetahui dan mengenal tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari Sulawesi Selatan.dan juga sebagai pelambangan adat istiadat budaya Sulsel agar para pelancong yang hendak berkunjung di sini dapat teredukasi.

Cocok Buat Prawedding
Selain untuk berwisata seraya menikmati alamNya dan menyaksikan replika-replika pahlawan nasional dan miniatur ciri khas adat istiadat Sulsel, lokasi ini juga ternyata cocok buat anda calon pengantin menjadikannya sebagai lokasi prawedding. (NM)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com